Majalah OPINI

Menikah adalah Perjuangan

Posted on: October 5, 2008

GELIAT gerakan feminis saat ini kian berkembang di Indonesia. Kesetaraan gender sebagai isu yang diusungnya pun merambah dunia politik kita. Tak jauh-jauh dari lingkungan Fisip Undip, seorang feminis menunjukkan eksistensinya.

Dia adalah Hapsari Dwiningtyas atau lebih akrab dipanggil mbak Tyas, dosen Jurusan Ilmu Komunikasi. Perempuan kelahiran ……… ini menyelesaikan studi pasca sarjananya di Curtin University of Technology, Perth, Western Australia pada tahun 2004  2005 dengan mengambil Master of Arts in Communication and Cultural Studies. Berbekal  pendidikan itu, Mbak Tyas mengajar Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip di beberapa matakuliah, salah satunya adalah komunikasi gender. Cap sebagai seorang feminis pun muncul sebagai konsekuensi mengajar komunikasi gender.  (Sin, Mbak Tyas mengakui dirinya feminis atau tidak?)

Penerapan untuk menjadi feminis dalam kehidupan sehari-hari menurut Mbak Tyas tidaklah mudah. Perempuan akan mengalami benturan bukan hanya pada diri sendiri tapi juga keluarga dan lingkungan. Menjadi seorang feminis adalah sebuah pilihan yang sulit mengingat terpaan dan tantangan yang harus dihadapi.

Mungkin suami kita mengerti akan diri kita atau kita telah sepakat dengan suami, tetapi bagaimana dengan  keluarga? Bagaimana dengan keluarga suami? tentunya nilai-nilai dan norma yang telah ditanamkan sejak kecil menjadi suatu hambatan yang besar” Dan sekali- lagi menjadi feminis itu pilihan,” tambah Mbak Tyas.

Masyarakat seringkali memberikan stereotipe tidak menikah kepada feminis. Padahal, sebagai seorang feminis, Mbak Tyas menikah. “Saya tidak bisa mengatakan seorang feminis yang tidak menikah itu salah, tapi sekali lagi ada banyak aliran feminis,” jelas Mbak Tyas.

Menurut Mbak Tyas, ketika seorang perempuan memilih untuk tidak menikah maka ia justru sudah mengingkari hal yang hakiki yang pasti dimiliki oleh setiap orang yaitu cinta dan kasih sayang. Feminis yang tidak menikah memang beranggapan ketika mereka telah menikah maka mereka kehilangan identitas mereka di mana mereka akan menjadi ibu si a atau ibu si b dan si c.

Beberapa beranggapan bahwa dengan menikah maka mereka telah memasuki lingkaran patriaki. Namun menikah adalah perjuangan bagi seorang feminis. Dengan menikah maka ia akan berjuang untuk dapat pengakuan. Jangan sampai dengan menikah hak kita tidak diakui. apalagi kehilangan identitas sebagai perempuan.  Seorang feminis tidak anti keluarga. (Sina)

Biodata
Nama         : Hapsari Dwiningtyas Sulistyani

TTL        : Banjarnegara, 23 Juli 1975

Alamat Rumah    : jalan Kesatrrian 26 B semarang, Jawa Tengah

Telp Rumah    : 024 ( 84411798)

Telp kantor    : 024 (8442532)

Pekerjaan    : Dosen Ilmu Komunikasi Fisip  Undip  Matakuliah Komunikasi Gender

Hoby        : Membaca, Traveling Pendidikan

2004 – 2005    : Curtin University of Technology,     Perth,  Western Australia    Master of Arts in Communication and Cultural Studies

2003 – 2004    : Curtin University of Technology,     Perth, Western Australia, Postgraduate Diploma in Communication

3 Responses to "Menikah adalah Perjuangan"

[…] Hapsari Dwiningtyas :Menikah adalah Perjuangan […]

It`s True…. Sukses selalu buat Adinda Tyas. Maybe kita bisa saling ketemu – kenalan in person somewhere di Semarang on December.

pa kabar, mbak? masih ingat saya? saya wikan yg tinggal di pamulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

October 2008
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tentang Kami

LPM OPINI adalah Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang Berdiri tanggal 23 April 1985. LPM OPINI Berlalamtkan di Jl. Imam Bardjo no 1 Semarang. LPM OPINI hadir ke tengah-tengah para pembacanya. Sebagai sebuah LPM OPINI yang independen, berdiri sendiri dan menjadikan prinsip-prinsip jurnalistik dalam setiap peliputan beritanya. dengan menganut UU Pers sebagai acuan dan Kode etik wartawan Indonesia, LPM OPINI terus berusaha menghadirkan berita-berita yang hangat dan terbaru. Sebagai sebuah media informasi di lingkungan FISIP, LPM OPINI mencoba untuk terus eksis dan berkreasi, Menyumbangkan ide-ide kritis, dan kreatif terhadap permsalahan yang aktual dan terkini. kritik saran silahkan kirimkan ke opini_fisipundip@yahoo.com

Blog Stats

  • 70,546 hits

Top Clicks

  • None

Rubrik & Edisi

%d bloggers like this: