Majalah OPINI

Moralitas Semu Pendidikan Indonesia

Posted on: October 20, 2008

“Perhitungkanlah dirimu sebelum mereka memperhitungkannya dan timbanglah dirimu sebelum mereka menimbangnya”.
UNGKAPAN ini mengingatkan kita  betapa pentingnya mengetahui potensi yang kita miliki sebelum orang lain menilai kita. Potensi yang kita miliki dapat kita temukan melalui pendidikan.

Manusia yang berperadaban tidak akan ragu bahwa setiap orang memerlukan pendidikan. Karena dia memiliki kesempurnaan yang lebih dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Kehidupan manusia adalah proses untuk mencapai suatu kesempurnaan. Kebutuhan akan pendidikan yang ada pada diri manusia merupakan sisi kesempurnaan baginya, bukan sisi kelemahannya.

Manusia adalah makhluk yang unik. Dalam pendidikannya, manusia bukanlah hewan atau tumbuhan yang tergantung manusia lain dalam pendidikannya. Memang benar, bahwa manusia membutuhkan pendidik yang akan menjadi penunjuk jalan bagi dirinya. Namun, manusia bukanlah logam yang dapat dibentuk sesuai dengan keinginan perajinnya. Manusia adalah makhluk yang mempu-nyai kekuatan akal dan kemauan (kehendak bebas). Dua kekuatan ini tidak akan mengizinkannya untuk tunduk seratus persen terhadap faktor-faktor yang datang dari luar.

Dia tidak berada di bawah pengaruh eksternal dari dirinya. Tetapi, dia tergantung pada dirinya sendiri selama dia mengambil keputusan. Selama dia tidak berpikir akan dirinya maka pemikiran orang lain tidak akan cukup untuknya. Ada orang bijak yang mengatakan, “Jika manusia tidak mempunyai penasihat di dalam hatinya, maka segala nasihat yang diberikan oleh orang-orang bijak tidak akan mendatangkan manfaat bagi dirinya.”. Dari sini, kita dapat berpikir bahwa manusia adalah makhluk yang unik. Manusia tidak hanya bersandar kepada pendidik di luar dirinya.

Melihat fenomena pendidikan di Indonesia, tampaknya sistem pendidikan Indoensia belum mampu memaksimalkan kemampuan peserta didiknya. Ada yang menilai bahwa pendidikan di Indonesia ha-nya mengandalkan kecerdasan otak. Pendidikan di Indonesia mampu menghasilkan manusia-manusia yang cerdas tapi tidak bermoral.

Sebagai contoh, anak negeri ini mampu bersaing di kancah interna-sional dengan memenangkan berba-gai kompetisi internasional. Negeri ini setiap tahunnya menghasilkan ribuan  pendidikan dengan kualifikasi yang cukup. Namun, tiap waktu juga kejahatan, kriminalitas, korupsi, dan tindakan amoral jugameningkat di negeri ini. Pelaku-pelaku tindakan amoral tersebut bukanlah orang yang ”bodoh”, tetapi mere-ka termasuk golongan orang yang ”berpendidikan”. Apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita?

Saat ini, dunia sedang menghadapi masalah yang sama yaitu global warming. Dampak dari glo-bal warming ini adalah terjadinya berbagai bencana alam di seluruh dunia. Begitu juga di Indonesia. Pada 2004 lalu Indonesia diterjang tsunami, pada musim hujan tahun 2007 lalu hampir seluruh wilayah Indonesia dilanda banjir, kemudian pada musim kemarau banyak wilayah Indonesia yang keke-ringan sehingga muncul bencana kelaparan. Pembalakan hutan dan pembakaran hutan di mana-mana sehingga wilayah hutan Indonesia semakin menyempit, akibatnya terjadi erosi dan longsor. Kondisi laut Indonesia pun sangat memprihatinkan, banyak ekosistem laut yang rusak karena penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Kemudian, semakin sedikitnya hutan bakau di tepi pantai, menyebabkan terjadinya abrasi, sehingga gelombang laut sering merusak tambak ikan para nelayan.

Masalahnya adalah manusia sebagai komponen utama lingkung-an masih mempunyai kesadaran yang rendah terhadap lingkungan. Untuk itu, manusia sebagai agen utama pemelihara lingkungan harus mempunyai kesadaran dan pengetahuan akan lingkungan. Maka perlu adanya pendidikan lingkungan hidup. Pendidikan lingkungan hidup ini akan mendukung program pembangunan pemerintah yaitu pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan kelestarian lingkungan hidup akan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sehingga, sumber daya alam baik yang bisa diperbarui atau tidak bisa diperbarui bisa dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.
(Redaksi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

October 2008
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tentang Kami

LPM OPINI adalah Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang Berdiri tanggal 23 April 1985. LPM OPINI Berlalamtkan di Jl. Imam Bardjo no 1 Semarang. LPM OPINI hadir ke tengah-tengah para pembacanya. Sebagai sebuah LPM OPINI yang independen, berdiri sendiri dan menjadikan prinsip-prinsip jurnalistik dalam setiap peliputan beritanya. dengan menganut UU Pers sebagai acuan dan Kode etik wartawan Indonesia, LPM OPINI terus berusaha menghadirkan berita-berita yang hangat dan terbaru. Sebagai sebuah media informasi di lingkungan FISIP, LPM OPINI mencoba untuk terus eksis dan berkreasi, Menyumbangkan ide-ide kritis, dan kreatif terhadap permsalahan yang aktual dan terkini. kritik saran silahkan kirimkan ke opini_fisipundip@yahoo.com

Blog Stats

  • 70,546 hits

Top Clicks

  • None

Rubrik & Edisi

%d bloggers like this: