Majalah OPINI

Profil Sekolah : Satoe Atap Alternatif Pendidikan Anak Bangsa

Posted on: October 20, 2008

Di sebuah masjid terde-ngar suara anak-anak kecil yang sedang belajar sambil bermain.
“Coba sebutkan jumlah rusuk pada kubus?” tanya seorang remaja putri pada seorang anak kecil.
“Ada 12 buah,” jawab si anak kecil itu dengan gembira.
“Coba tunjukkan jumlah rusuknya!” pinta remaja putri sambil menyodorkan bangun kubusnya.

Salah seorang siswa Satoe Atap serius belajar berhitung dalam kegiatan belajar mengajar yang dibimbing oleh guru-guru Satoe atap yang mash berstatus mahasiswa (santy/opini)

KOMUNIKASI antara anak kecil dan remaja putri tersebut dapat kita lihat di Satoe Atap. Apa itu Satoe Atap? Satoe Atap adalah suatu organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan. Organisasi ini berupaya melakukan pembinaan dan pemberdayaan anak-anak jalanan, anak-anak yang putus sekolah dan kaum miskin. Filosofi yang mereka pegang yaitu Sayang Itu Asli Tanpa Pamrih (Satoe Atap).

Satoe Atap didirikan oleh tiga orang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro yang tergerak hatinya dan prihatin terhadap anak-anak yang tidak sekolah. Di lingkungan kampus Fakultas Hukum setiap hari banyak anak kecil yang mengemis kepada para warga kampus tersebut. Melihat keadaan ini, tiga orang mahasiswa tersebut kemudian mereka mencoba untuk memperbaiki keadaan ini. Mereka berpikir bahwa keterpurukan di Indonesia dikarenakan banyaknya SDM yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Mereka berinisiatif untuk memberi pendidikan kepada anak-anak ini. Me-reka mengajari anak-anak ini sesuai dengan kemampuan mereka. Dalam waktu yang cukup lama, kegiatan ini semakin berkembang, Sehingga banyak yang tertarik untuk mengikutinya.

Setelah perkembangan yang semakin hari semakin bagus, maka mereka sepa-kat untuk mendirikan suatu organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan. Kemudian, mereka memberi nama organisasi ini dengan nama Satoe Atap. Selain mahasiswa dari Fakultas Hukum, organisasi ini juga dijalankan oleh mahasiswa-mahasiswa Undip dari fakultas lain. Mahasiswa-mahasiswa ini menjadi pembina bagi anak-anak Satoe Atap. Untuk bergabung dengan Satoe Atap terdapat suatu sistem perekrutan yang bersifat terbuka.

Satoe Atap bermarkas di Masjid Diponegoro Jalan Atmodirono. Tempat ini menjadi pusat kegiatan Satoe Atap. Kegiatan-kegiatan Satoe Atap sangat bervariasi, mulai dari belajar, bermain, dan belajar sambil bermain. Dengan Kegiatan ini diharapkan  anak-anak Satoe Atap tidak merasa bosan dan merasa nyaman untuk beraktivitas.

Kegiatan rutin Satoe Atap dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Rabu dan Kamis pada pukul 14.30 di Masjid Diponegoro. Kegiatan rutin ini dilakukan dalam bentuk belajar dan bermain. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memantau perkembangan prestasi anak-anak Satoe Atap.

Anak-anak Satoe Atap terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Begitu pula dengan orang tuanya, yang tidak segan-segan untuk mengantarkan buah hatinya ke Satoe Atap. Bahkan, ada beberapa orang tua yang menganggap bahwa kegiatan ini seperti les karena beberapa anak-anak di Satoe Atap juga ada yang mengikuti sekolah formal.

Memotivasi anak-anak yang putus sekolah juga merupakan kegiatan yang diagendakan di Satoe Atap. Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada mereka untuk melanjutkan pendidikannya. Selain motivasi, Satoe Atap juga memberikan beasiswa kepada mereka.

Prosedur pemberian beasiswa yaitu dengan cara mengadakan seleksi terlebih dahulu. Dana beasiswa sendiri diperoleh Satoe Atap dari para donatur-donatur, sehingga jumlah anak yang putus sekolah di Satoe Atap semakin berkurang.

Satoe Atap juga sesekali mengadakan kegiatan berupa pengenalan lingkungan yang diadakan di alam terbuka. Rangkaian outbond dengan sejumlah permainan yang bersifat mendidik dan menantang, serta kegiatan yang mengacu pada pengenalan lingkungan sekitar. Kegiatan ini diadakan untuk melatih kemandirian dan keberanian anak-anak Satoe Atap.

Kegiatan outbond dirancang agar anak-anak tidak merasa bosan dan juga lebih menghargai alam sekitarnya. Kegiatan ini, selain mengasah otak juga mengajarkan moral yang baik kepada mereka.

Kegiatan Satoe Atap tidak hanya fokus terhadap anak-anaknya, tetapi juga orang tuanya. Karena tingkat perkembangan anak-anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Sehingga orang tua juga dikembangkan agar dapat mendukung perkembangan prestasi anan-anaknya.

Dalam rangka memberdayakan orang tuanya, Satoe Atap memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan yang dipraktekkan secara langsung. Jadi, Satoe Atap memberikan uang dan kete-rampilan kepada orang tua sebagai modal usaha, sehingga kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih baik.

Modal usaha ini terus berputar di antara para orang tua. Jadi, modal tersebut seperti hutang. Apabila sudah dapat membayar, maka uang tersebut akan diberikan kepada orang tua yang lain untuk modal usaha juga.

Kewirausahaan ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu training usaha mandiri, pemberian pinjaman 0 % sebagai modal dan pendam-pingan usaha. Training usaha mandiri berupa pelatihan kewirausahaan yang memuat tentang bagaimana menjalankan suatu usaha yang sukses. Kemudian akan diberikan pinjaman tanpa bunga dan tentunya akan ada pendampingan atau pembinaan dalam menjalankan usahanya.

Selain kondisi ekonomi, kondisi kesehatan mereka pun juga mendapat perhatian dari Satoe Atap. Satoe Atap bekerja sama dengan para donatur mengadakan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan pemberian bantuan kesehatan berkala secara cuma-cuma.

Kekeluargaan di Satoe Atap juga menjadi salah satu hal yang menarik. Hubu-ngan antaranggota keluarga Satoe Atap selalu terjalin rukun dan bersahabat. Hal ini dikarenakan Satoe Atap juga mengadakan kegiatan anjangsana dengan cara mengunjungi rumah-rumah keluarga Satoe Atap. Dengan begitu, antara pengurus Satoe Atap dan anak-anak beserta orang tuanya dapat membina hubungan yang baik.

Selain untuk mempererat tali silaturahmi, anjangsana juga bertujuan untuk mendapatkan data-data yang akurat guna kemajuan Satoe Atap. Data-data itulah yang kemudian dijadikan acuan Satoe Atap dalam mengelolanya.

Dana yang digunakan untuk biaya operasional Satoe A-tap berasal dari donatur-donatur tetap maupun tidak tetap. Satoe Atap selalu menerima uluran tangan dari siapa pun. Satoe Atap menerima bantuan berupa uang, buku-buku, pakaian pantas pakai, dan relawan untuk kemajuan Satoe Atap. Berkat sumbangan-sumbangan tersebut, kini Satoe Atap mampu mencapai tujuannya yaitu memberdayakan anak-anak jalanan, anak-anak putus sekolah, dan kaum miskin kota.

(Penulis: Gendis, Editor: Ayu, Sita)

Berikut halaman rubrik profil yang bisa didownload

majalah-opini-35-hal-15

majalah-opini-35-hal-16

majalah-opini-35-hal-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

October 2008
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tentang Kami

LPM OPINI adalah Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang Berdiri tanggal 23 April 1985. LPM OPINI Berlalamtkan di Jl. Imam Bardjo no 1 Semarang. LPM OPINI hadir ke tengah-tengah para pembacanya. Sebagai sebuah LPM OPINI yang independen, berdiri sendiri dan menjadikan prinsip-prinsip jurnalistik dalam setiap peliputan beritanya. dengan menganut UU Pers sebagai acuan dan Kode etik wartawan Indonesia, LPM OPINI terus berusaha menghadirkan berita-berita yang hangat dan terbaru. Sebagai sebuah media informasi di lingkungan FISIP, LPM OPINI mencoba untuk terus eksis dan berkreasi, Menyumbangkan ide-ide kritis, dan kreatif terhadap permsalahan yang aktual dan terkini. kritik saran silahkan kirimkan ke opini_fisipundip@yahoo.com

Blog Stats

  • 70,546 hits

Top Clicks

  • None

Rubrik & Edisi

%d bloggers like this: